Helpdesk Indonesia Community adalah salah satu forum komunitas IT di Indonesia dengan slogan "tau berbagi, mau tau belajar, ngak tau bertanya".  Mau berbagi? Mau belajar? atau Mau Bertanya? Join aja langsung disini >>

Recent Post

Online Chatting

Last 5 Shouts:

 

kodil

February 21, 2012, 11:58:31 PM
Gerilya dimalam hari untuk mendelete spam threads yg mampir :)
 

Last Children

February 21, 2012, 09:52:13 PM
absen dulu sebelum bobok malam...  ;D
 

Extra Ordinary

February 21, 2012, 09:29:57 PM
dah lama gak posting dah banyak perubahan nih... ;)
 

kodil

February 20, 2012, 11:50:14 AM
Spam threads memang tidak bisa di bendung, tapi selama masih bisa dihajar, kenapa tidak? Keep sprint for spam removing :)
 

kodil

February 19, 2012, 06:33:26 AM
Tidak pernah libur untuk menghajar semua spam threads yg masuk :)

Show 50 latest

Author Topic: Op Amplifier (part 1)  (Read 162 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Online 51N03

  • Global Moderator
  • Trade Count: (0)
  • Jr. Member
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 65
  • Reputation: +0/-0
    • View Profile
Op Amplifier (part 1)
« on: December 09, 2011, 02:35:54 PM »

Pendahuluan



OpAmp (Operasional Amplifiers) pada hakekatnya merupakan sejenis IC. Di dalamnya terdapat suatu rangkaian elektronik yang terdiri atas beberapa transistor, resistor dan atau dioda. Jikalau kepada IC jenis ini ditambahkan suatu jenis rangkaian, masukkan dan suatu jenis rangkaian umpan balik, maka IC ini dapat dipakai untuk mengerjakan berbagai operasi matematika, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, mengintegrasi, dsb. Oleh karena itu IC jenis ini dinamakan penguat operasi atau operasional amplifier, disingkat OpAmp.
namun demikian OpAmp dapat pula dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya sebagai penguat audio, pengatur nada, osilator atau pembangkit gelombang, sensor circuit, dsb.
OpAmp banyak disukai karena faktor penguatannya besar (100.000 kali).

Prinsip Dasar

Suatu amplifier dapat dikatagorikan operasional jika memenuhi tiga karakteristik utama, yakni:
 1. Very high gain (200.000 kali)
 2. Very high input impedance
 3. Very low output impedance
OpAmp umumnya terdiri atas tiga stage atau amplifier yang dirangkai secara cascade. Ketiga stage itu masing-masing:
 1. Differensitial amplifier
 2. Voltage amplifier
 3. Output amplifier

Differential ampilfier memiliki respon frekuensi yang sangat lebar dan input impedance yang sangat tinggi. Voltage amplifier memberikan penguatan yang sangat tinggi dan output amplifier memberikan output impedance yang sangat rendah, sehingga dapat mengeluarkan arus listrik yang besar terhadap beban.

Konfigurasi


Tidak seperti amplifier konvensional, OpAmp mempunyai dua terminal masukan, yakni : inverting input dan noninverting input yang masing-masing ditandai dengan "+" dan "-".
1. Inverting Konfiguration
Jika signal dimasukkan di antara terminal input dan bumi sementara terminal noninverting input dibumikan, maka signal keluaran akan berlawanan fasa dengan signal masukkan.

2. Noninverting Konfiguration
Sebaliknya jika signal dimasukkan di antara terminal noninverting input dan bumi sementara terminal inverting input dibumikan maka signal keluaran sefasa dengan signal masukkan.



Faktor penguatan OpAmp



Faktor penguatan OpAmp boleh dikatakan sepenuhnya oleh ratio R1 terhadap R2 dalam rangkaian feedback.
Contoh 1:

Jika R1 = 100k, R2 = 1k, maka penguatannya sama dengan 100:1 (100 kali).

Contoh 2:

Jika R1 = 1k, R2 = 1k, maka penguatannya sama dengan 1:1 (1kali).
Jika pada contoh 1 diberi signal input 0,01 Volt, maka signal outputnya 100 x 0,001 Volt
Jika pada contoh 2 diberi signal input yang sama seperti contoh 1 yaitu 0,01 Volt, maka signal outputnya sama dengan 1x 0,001 Volt = 0,01 Volt atau dengan kata lain tidak ada penguatan. (Signal input = signal output).



Jenis / Type OpAmp



Ada banyak jenis OpAmp, namun yang umum dijual di pasaran adalah OpAmp 741. OpAmp type 741 dijual dengan dua tampilan, yakni silinder dan DIL (Dial In Line). Yang berbentuk silinder berkaki 8 pin, sedangkan yang berbentuk DIL ada yang berkaki 8 pin, namun ada juga yang berkaki 14 pin.

Nomor pin untuk 8 kaki dan 14 kaki:
Pin 1 (3) + Pin 5 (9) untuk penyetelan 0 volt.
Pin 2 (4) untuk inverting input.
Pin 3 (5) untuk noninverting input.
Pin 4 (6) untuk ground atau tegangan negatif.
Pin 6 (10) terminal keluaran (output).
Pin 7 (11) untuk tegangan positif.
Nomor pin dalam kurung untuk DIL 14 kaki



bersambung....
« Last Edit: December 14, 2011, 10:53:16 AM by 51N03 »

Offline Extra Ordinary

  • Trade Count: (0)
  • Newbie
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 10
  • Reputation: +0/-0
    • View Profile
Re: Op Amplifier (part 1)
« Reply #1 on: December 10, 2011, 12:35:40 PM »
Nice info gan... ;)